Daily Akamuga – Rumah Sakit Khusus Bedah (HSS) melangkah lebih jauh dalam penerapan kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan agen AI di lingkungan non-klinis yang berinteraksi langsung dengan pasien. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat akses pasien ke layanan kesehatan dan meningkatkan efisiensi dalam penjadwalan serta triase. Teknologi ini dirancang agar dapat diakses 24 jam sehari melalui web, teks, atau telepon, serta menggunakan AI percakapan untuk menggali informasi lebih dalam mengenai kondisi pasien.
Penerapan AI dalam Penjadwalan dan Triase
Agen AI yang dikembangkan HSS berfungsi untuk menanyakan pertanyaan klarifikasi kepada pasien, kemudian menjadwalkan janji temu dengan dokter yang paling sesuai, dengan mempertimbangkan lokasi, cakupan asuransi, dan ketersediaan dokter. Dr. Barad, seorang dokter di HSS, menjelaskan bahwa agen ini telah dilatih berdasarkan konteks, aturan, dan basis pengetahuan yang ada, sehingga dapat memberikan akses yang lebih cepat dan tepat kepada pasien untuk mendapatkan informasi dari ahli bedah terkemuka dunia.
Dalam konteks penggunaannya, sistem triase ini dilengkapi dengan mekanisme pengaman. Situasi yang sensitif, kompleks, atau tidak pasti akan ditangani oleh spesialis manusia. Selain itu, setiap keputusan yang diambil oleh agen AI dapat diaudit, memberikan keamanan tambahan bagi data pasien dan mematuhi semua protokol dan kebijakan yang berlaku di HSS. Dengan tetap melibatkan manusia dalam prosesnya, Ema Unlimited, pengembang teknologi tersebut, berusaha untuk menyeimbangkan efisiensi otomatisasi dengan keamanan yang mengutamakan pasien.
Menjaga Keamanan dan Akurasi dalam Pengambilan Keputusan
Dr. Barad menyatakan pentingnya memastikan bahwa teknologi yang diterapkan dilengkapi dengan pengaman yang memadai. Setiap keputusan yang menyentuh pada perawatan pasien akan diawasi secara ketat oleh sub-komite AI yang dipimpinnya bersama seorang eksekutif senior keperawatan. Hal ini menunjukkan bahwa HSS berkomitmen untuk meninjau teknologi yang berpotensi terlibat dalam perawatan pasien dengan lebih rigor dibandingkan proses-proses backend yang lain.
Laboratorium AI di HSS
Sebagai langkah lebih lanjut, Dr. Barad merencanakan pembentukan laboratorium AI di markas besar HSS di Kota New York. Laboratorium ini akan dibuka untuk semua staf yang ingin memahami atau mengembangkan agen AI, dilengkapi dengan kelas informatif dan pelatihan satu-satu. Ia berharap, melalui inisiatif ini, teknologi AI dapat diakses dan dimanfaatkan oleh semua orang di organisasi. Konsep ini sejalan dengan penelitian dari Deloitte yang menunjukkan bahwa mereka yang lebih awal mengadopsi AI dalam perawatan kesehatan akan lebih cenderung untuk memilih solusi multi-agen dan merancang alur kerja end-to-end daripada menggunakan solusi yang terbatas.
Membangun Pondasi untuk Mengoptimalkan AI
Integrasi agen AI di seluruh organisasi adalah suatu keharusan untuk memaksimalkan nilai dari teknologi ini. Dr. Barad menjelaskan pentingnya menciptakan strategi data yang terpadu agar data yang terfragmentasi dapat berkumpul menjadi satu sumber kebenaran yang komprehensif. Dalam dunia kesehatan, sering kali data terpecah di berbagai departemen dan penyedia layanan, masing-masing dengan sistem TI yang sudah usang.
Fragmentasi data ini menyebabkan metrik sering kali tidak memiliki definisi yang standar. Contohnya, Dr. Barad menyebutkan bahwa setiap rumah sakit yang pernah dia tinggali memiliki definisi sedikit berbeda mengenai “waktu untuk memulai operasi,” yang merupakan metrik umum untuk menilai efisiensi ruang operasi. Tingkat fragmentasi ini bisa menghambat agen AI dalam mengambil informasi dari sumber atau aplikasi yang berbeda dan mengasimilasi pengetahuan yang diperlukan untuk membedakan teknologi ini dari yang lain.
Meningkatkan Interoperabilitas Data di HSS
Dengan menciptakan interoperabilitas data yang lebih baik, agen AI yang berinteraksi langsung dengan pasien di HSS dapat mengakses riwayat perawatan klinis pasien serta rekomendasi yang sudah ada dari dokter. Agen ini dapat menggabungkan informasi tersebut dengan gejala terkini untuk menentukan apakah situasi memerlukan eskalasi sebelum memberitahukan spesialis yang tepat dan menginformasikan pasien.
Kesimpulan
Penerapan agen AI di HSS menandai langkah signifikan dalam memodernisasi pengalaman pasien dalam perawatan kesehatan. Dengan mengintegrasikan teknologi yang cerdas dan inovatif ini, HSS berupaya untuk meningkatkan akses pasien ke layanan yang lebih cepat dan tepat. Sistem yang aman dan terintegrasi diharapkan akan memberikan dampak positif bagi kualitas perawatan di masa depan.