Site icon Daily Akamuga

Arus Lalu Lintas Melalui Hormuz Setelah Kesepakatan AS-Iran Berlaku

Daily Akamuga – Tanker minyak melintas di Selat Hormuz setelah Amerika Serikat mengangkat blokade terhadap Iran pada hari Kamis. Perjanjian sementara ini bertujuan untuk mengakhiri konflik antara kedua negara, meskipun masih ada isu-isu penting yang belum terselesaikan. Harga minyak turun ke level terendah sejak dimulainya perang pada 28 Februari, dengan analis menyatakan bahwa ekspor melalui selat, yang mengatur sekitar satu perlima pasokan minyak global, mungkin kembali normal dalam beberapa bulan mendatang.

Meskipun demikian, Israel melanjutkan serangannya terhadap Hezbollah di Lebanon, yang memunculkan keraguan tentang ketahanan perjanjian tersebut. Di Washington, sejumlah sekutu Presiden Donald Trump dari Partai Republik mempertanyakan apakah ia telah memberikan terlalu banyak setelah konflik ini menjadi tidak populer di kalangan pemilih AS. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menilai bahwa Trump menandatangani perjanjian tersebut “karena keputusasaan” dan menegaskan bahwa pembicaraan mengenai program nuklir Iran tidak akan mudah.

Perjanjian tersebut memberi negosiator waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan mengenai status program nuklir Iran, serta mengatur dana rekonstruksi sebesar $300 miliar untuk Iran dan insentif finansial lainnya. Wakil Presiden AS JD Vance, yang akan memimpin delegasi AS, menyatakan bahwa Washington juga akan berusaha untuk membatasi misil jarak jauh Tehran.

Sementara itu, Iran mengungkapkan bahwa mereka akan tetap mengendalikan selat tersebut dengan mengeluarkan izin dan mengatur lalu lintas selama periode 60 hari, meskipun tidak akan ada biaya yang dikenakan. Di Lebanon, serangan udara baru oleh Israel menambah ketidakpastian mengenai komitmen Trump untuk menghentikan ofensif di wilayah tersebut, sekaligus meningkatnya ketegangan antara AS dan Israel.

Exit mobile version