Site icon Daily Akamuga

Dokter UI Anjurkan Penggunaan Wadah Plastik Guna Ulang Maksimal Satu Tahun

Daily Akamuga – Galon guna ulang sebaiknya tidak digunakan lebih dari satu tahun, menurut rekomendasi dr. Djaja Surya Atmadja, Ph.D., dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dalam penjelasannya, ia mencermati risiko paparan zat kimia berbahaya, Bisphenol A (BPA), yang dapat larut dari kemasan galon polikarbonat ke dalam air minum seiring dengan waktu pemakaian.

Dr. Djaja menekankan bahwa batas usia pakai galon berdampak signifikan pada kesehatan konsumen. Proses distribusi dan penggunaan yang berkepanjangan meningkatkan kemungkinan BPA terlepas ke dalam air. “Isi ulangnya tidak boleh dipakai lebih dari setahun,” ungkap dr. Djaja dalam keterangan yang diterima pada Senin, 8 Juni.

Masalah yang muncul adalah ketidakpastian bagi konsumen mengenai usia galon yang mereka terima. Banyak orang membeli galon berdasarkan penampilan fisik yang masih baik, tanpa menyadari bahwa galon tersebut mungkin telah beredar di pasar berulang kali. Ia mencatat survei yang menunjukkan bahwa beberapa galon masih digunakan setelah 11 hingga 13 tahun.

Temuan ini menunjukkan perlunya regulasi yang lebih ketat dalam pengelolaan siklus hidup galon guna ulang. Risiko peluruhan BPA yang tidak terawasi dapat membahayakan kesehatan publik. “Kondisi fisik galon bukan satu-satunya indikator, karena air bisa tampak normal, meskipun risiko ada,” tambahnya.

Dr. Djaja menegaskan bahwa produsen dapat berkontribusi dalam mengatasi masalah ini dengan menarik galon yang telah melebihi batas usia pakai saat mereka kembali ke pabrik untuk perbaikan. Dengan demikian, pengendalian kualitas dapat dilakukan lebih efektif demi keselamatan konsumen.

Exit mobile version