Site icon Daily Akamuga

Mantan Direktur CIA Ungkap Risiko dan Peluang Perang Drone

Daily Akamuga – Mantan Direktur CIA, David Petraeus, mengungkapkan bahwa perang drone akan menghadirkan berbagai bahaya dan peluang dalam dekade mendatang. Hal ini disampaikan Petraeus dalam Konferensi Investasi Asia UBS di Washington, di mana ia menyoroti peran kritis sistem tanpa awak dalam konflik modern, seperti yang terlihat di Iran dan Ukraina.

Petraeus menyatakan bahwa peningkatan penggunaan drone di berbagai zona konflik menandakan kebutuhan mendesak untuk memperkuat sistem pertahanan terhadap senjata tanpa awak. Ia menyebutkan bahwa meskipun pertahanan yang ada saat ini tidak memadai, upaya untuk meningkatkan kemampuan pertahanan terhadap drone harus dilakukan. “Ini tidak akan pernah sempurna, tetapi bisa jauh lebih baik daripada yang telah kita lihat saat ini,” ujarnya.

Menurut Petraeus, perlombaan dalam pengembangan teknologi drone murah menjadi salah satu faktor pendorong utama. Ia menjelaskan bahwa konflik di Timur Tengah menunjukkan betapa pentingnya investasi dalam kemampuan defensif dan ofensif. Penggunaan drone Shahed buatan Iran, yang harganya berkisar antara USD 20.000 hingga USD 50.000 per unit, menjadi salah satu contoh keterjangkauan dan keefektifan senjata tersebut dalam konflik.

Di sisi lain, negara-negara seperti Amerika Serikat harus bergantung pada sistem pertahanan udara yang jauh lebih mahal, seperti rudal balistik dan rudal jelajah, yang bisa mencapai biaya jutaan dolar. Dengan dinamika ini, Petraeus menekankan pentingnya bagi negara-negara untuk merespons dengan mengembangkan sistem pertahanan yang lebih efisien dan efektif terhadap ancaman dari drone.

Kesimpulannya, era baru peperangan yang didominasi oleh penggunaan drone memastikan tantangan sekaligus peluang baru bagi pertahanan keamanan global.

Exit mobile version