Site icon Daily Akamuga

Perjalanan Tjokroaminoto Mempengaruhi Sukarno Dari Peneleh ke Istana

Daily Akamuga – Tepat pada 6 Juni 2026, bangsa Indonesia akan memperingati 125 tahun kelahiran Soekarno, proklamator kemerdekaan. Perjalanan hidupnya menjadi refleksi dari dinamika sejarah Indonesia yang tak terlupakan. Sebuah bangunan berwarna hijau di Jalan Peneleh Gang VII, Surabaya, kini berdiri sebagai saksi bisu perjalanan Sukarno muda, yang kala itu dibimbing oleh HOS Tjokroaminoto.

Tjokroaminoto bukan sekadar seorang guru bagi Sukarno, melainkan juga sosok yang menginspirasi dan memberikan pengajaran tentang cita-cita dan mencintai tanah air. Dalam autobiografinya yang disusun oleh Cindy Adams, Sukarno mengungkapkan betapa berartinya pengajaran Tjokroaminoto dalam membentuk karakternya.

Selama masa pendidikannya di Hoogere Burger School (HBS), Sukarno berkesempatan menjelajahi berbagai gagasan besar melalui buku-buku berharga yang diberikan oleh Tjokroaminoto. Ia terlibat dalam dialog batin dengan pemikir-pemikir ternama seperti Thomas Jefferson, Karl Marx, hingga Jean-Jacques Rousseau, memperkaya wawasan dan pengalaman berpikirnya.

Kisah-kisah tentang keadilan dan kebebasan dari masa lalu menjadi titik tolak bagi Sukarno untuk membayangkan sebuah dunia yang lebih baik. Dengan semangat yang membara, ia sering menjadikan ruang sempitnya sebagai tempat berpidato, berupaya menyuarakan gagasannya seolah di hadapan ribuan pendengar.

Melalui pengalamannya, Sukarno tidak hanya belajar tentang politik, namun juga mengembangkan rasa cintanya terhadap bangsa dan negara. kontribusinya sebagai pemimpin dan orator di kemudian hari menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan Indonesia menuju kemerdekaan. Tanggal lahirnya menjadi momen pengingat akan warisan yang ditinggalkannya bagi generasi penerus.

Exit mobile version