Site icon Daily Akamuga

Serangan Ukraina Memaksa Crimea yang Dikuasai Rusia Hentikan Penjualan Gasoline Civilian

Daily Akamuga – Penjualan bahan bakar untuk sipil di Crimea yang dikuasai Rusia telah ditangguhkan pada hari Minggu menyusul meningkatnya serangan Ukraina terhadap pasokan bahan bakar di semenanjung tersebut. Gubernur Sergey Aksyonov, yang ditunjuk oleh Kremlin, menyatakan bahwa serangan malam sebelumnya menewaskan empat orang dan melukai 28 lainnya, meskipun tidak merinci target serangan yang dimaksud.

Aksyonov kemudian mengumumkan melalui media sosial bahwa stasiun pengisian bensin lokal akan menghentikan penjualan kepada perusahaan dan individu non-negara untuk jangka waktu tak terbatas. Ia menegaskan bahwa bahan bakar hanya akan dijual kepada instansi pemerintah yang menjamin keamanan dan operasional Republik Crimea. Dalam pernyataannya, ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mempercayai sumber informasi resmi.

Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan Ukraina secara rutin menargetkan pasokan bahan bakar di Crimea, yang telah menyebabkan krisis energi terparah sejak wilayah tersebut dianeksasi secara ilegal oleh Rusia pada tahun 2014. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa salah satu target adalah depot minyak di Crimea serta fasilitas pengangkutan minyak di wilayah Krasnodar, Rusia. Ia menggambarkan serangan-serangan ini sebagai bagian dari “sanksi jarak jauh” Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia.

Selain itu, serangan drone yang dilaporkan di terminal minyak Laut Hitam di desa Chushka juga memicu kebakaran, sementara serangan terhadap feri menyebabkan satu orang tewas. Penduduk Crimea kini berjuang keras untuk mendapatkan bahan bakar, dengan pemerintah sebelumnya hanya mengizinkan penjualan 20 liter per minggu menggunakan kupon prabayar. Masyarakat pun berkeluh kesah di media sosial mengenai tempat-tempat untuk menemukan bahan bakar, sementara pihak berwenang menyediakan saluran hotline bagi wisatawan yang terjebak.

Kremlin telah mengakui masalah ini dan berjanji untuk menanganinya. Namun, kesuksesan Ukraina dalam memberikan kerugian signifikan bagi Rusia menunjukkan potensi untuk mengubah jalannya konflik yang berlarut-larut, sementara invasi Rusia telah berlangsung selama 1.569 hari, melampaui durasi Perang Dunia I.

Exit mobile version