Daily Akamuga – Pemilik Southampton, Dragan Solak, menyatakan bahwa ia tidak akan memecat pelatih kepala Tonda Eckert meskipun terjadi kesalahan serius yang dilakukan mengenai kampanye pengintaian terhadap klub-klub rival di Championship. Dalam wawancara eksklusif dengan BBC Sport, Solak membela Eckert dan menyatakan, “Saya pikir dia layak mendapat kesempatan kedua dan saya akan memberikannya.”
Eckert, yang diangkat secara permanen pada bulan Desember setelah masa jabatannya sebagai pelatih sementara, sukses membawa Southampton keluar dari zona degradasi dan finis di tempat keempat yang kemudian mengantarkannya ke play-off promosi. Namun, klub tersebut dihukum setelah mengakui bahwa mereka mengamati sesi latihan tim lawan, dan mendapatkan pengurangan empat poin untuk musim 2026-27.
Komisi disipliner menyebut rencana tersebut sebagai “terencana dan ditentukan dari atas.” Sebuah anggota staf junior mengungkapkan tekanan yang dirasakannya untuk melaksanakan tugas tersebut meskipun merasa tidak nyaman secara moral. Solak menegaskan bahwa Eckert tidak mengetahui bahwa praktik tersebut melanggar aturan EFL, dan mengklaim bahwa klub telah dihukum terlalu berat, yang berdampak pada kesempatan meraih keuntungan sebesar £200 juta.
Menghadapi potensi larangan dari FA, Solak menyatakan dukungannya terhadap Eckert bahkan jika pelatih tersebut dibanned. Ia mencatat bahwa masalah yang dihadapi klub ini diakibatkan oleh kesalahpahaman dan akan berusaha mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan. Selain itu, ia mengakui bahwa ada staf lain yang turut mengetahui praktik tersebut, dan kini klub akan melakukan introspeksi untuk memperbaiki kesalahan.
Dukungan Solak kepada Eckert menunjukkan harapan untuk masa depan lebih baik bagi Southampton meskipun saat ini terjerat masalah besar yang bisa menjatuhkan moral klub.