Inflasi Mei 2026 Tercatat Stabil Pada Angka 0,28 Persen

Daily Akamuga – Inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 0,28% secara bulanan, sebagaimana dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS). Kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,09 pada April menjadi 111,40 pada Mei 2026 menunjukkan adanya tekanan inflasi yang harus diperhatikan. Secara tahunan, inflasi mencapai 3,08%, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Menurut Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, inflasi bulanan didorong terutama oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan kontribusi 0,39% dengan andil inflasi 0,12%. Komoditas seperti cabai merah, minyak goreng, dan bawang merah menjadi penyumbang utama inflasi dalam kelompok ini.

Selain itu, komponen lain seperti bahan bakar rumah tangga dan tarif angkutan udara juga ikut berkontribusi terhadap inflasi, meskipun beberapa komoditas seperti daging ayam ras dan telur memberikan andil deflasi. Pada bulan Mei, sebanyak 31 provinsi mengalami inflasi, dengan Maluku mencatatkan tingkat inflasi tertinggi yakni 0,93%. Di sisi lain, Gorontalo menjadi satu-satunya provinsi yang mengalami deflasi dengan penurunan 0,96%.

Inflasi tahunan juga menunjukkan tren meningkat, terutama pada kelompok makanan dan minuman, yang mengalami inflasi 4,94%. Pengaruh utama berasal dari komoditas seperti ikan segar, beras, dan daging ayam ras.

Secara keseluruhan, BPS mencatat seluruh komponen pengeluaran mengalami inflasi dan mengindikasikan perlunya perhatian dari berbagai pihak untuk menanggulangi faktor-faktor yang mendorong kenaikan harga.