Butuh Data Center Cepat Online? Berikan Fleksibilitasnya

Daily Akamuga – Dalam beberapa tahun terakhir, fleksibilitas dalam operasi pusat data semakin mendapat perhatian, terutama terkait kemampuan untuk mengelola kebutuhan energi. Penelitian baru dari Princeton menunjukkan bahwa meskipun hasilnya menjanjikan, hanya sebagian kecil operator yang mulai memanfaatkan solusi ini. Jesse Jenkins, salah satu penulis studi tersebut dan cofounder Firma, sebuah startup yang berfokus pada fleksibilitas pusat data, menyatakan, “Kami baru berada di awal permainan.” Ia menekankan bahwa meskipun ada motivasi untuk mengadopsi fleksibilitas ini, belum ada solusi umum yang dapat diterapkan secara luas.

Pusat Data di Virginia: Pusat Kekuasaan Digital

Ketika pusat data tumbuh di seluruh Amerika Serikat, tidak ada tempat yang dapat menyamai akumulasi kapasitas komputasi di Northern Virginia, yang dikenal sebagai Data Center Alley. Wilayah ini memiliki sekitar 500 fasilitas pemrosesan data, yang mewakili 13% dari seluruh kapasitas dunia. Di urutan berikutnya, Beijing dan Oregon masing-masing menyumbang 6% kapasitas global. Dengan banyaknya permohonan untuk membangun ratusan fasilitas baru di Virginia, sebuah studi pemerintah memperingatkan bahwa permintaan listrik negara bagian ini akan meningkat 183% (sekitar 26 gigawatt) pada tahun 2040 jika semua rencana tersebut dilanjutkan. Memenuhi bahkan setengah dari permintaan ini akan menjadi tantangan besar.

Inovasi dalam Pengelolaan Energi

Salah satu inovasi yang sedang diuji adalah pusat data fleksibel yang sedang dibangun oleh Emerald AI, Nvidia, Digital Realty, dan mitra lainnya di Manassas. Fasilitas ini diharapkan dapat menunjukkan bagaimana pusat data dapat memaksimalkan penggunaan daya dari kapasitas yang ada. Direncanakan beroperasi akhir tahun ini, pusat data ini memungkinkan Conductor untuk mengelola daya dalam skala besar dan merespons kondisi jaringan secara langsung. Dalam demonstrasi di Inggris, Conductor berhasil mengelola cluster AI berkapasitas 130 kilowatt; di Manassas, ia akan mampu mengatur sebuah pabrik AI berskala besar dengan kapasitas 96 megawatt.

Pentingnya Fleksibilitas dalam Transisi Energi

Fleksibilitas dalam pengelolaan pusat data dirasakan sangat penting oleh PJM, yang mengelola pasar energi di wilayah tersebut. Scott Baker, yang bertugas di pasar sisi permintaan di PJM, menyatakan bahwa fleksibilitas pusat data akan menjadi esensial untuk integrasi beban pusat data secara andal dalam jangka pendek hingga menengah. Namun, tidak semua ahli sepakat dengan pandangan ini. Joseph Bowring, kepala pemantau pasar PJM, mengkritik bahwa tidak ada cara untuk menambah kapasitas tanpa menambah generasi baru energi. “Pikir bahwa beban pusat data besar bisa ditangani tanpa penambahan generasi baru adalah pemikiran yang tidak realistis,” ungkapnya.

Potensi tantangan

Salah satu masalah utama adalah ketidakpastian apakah pusat data akan benar-benar mengurangi konsumsi daya saat permintaan tinggi. Tanpa dorongan hukum atau regulasi untuk fleksibilitas, utilitas tidak dapat bertindak untuk mencegah potensi pemadaman listrik. Sumber daya seperti pembangkit listrik dapat diandalkan, tetapi utilitas tidak dapat sepenuhnya mengandalkan pusat data. “Mereka tidak ingin sepenuhnya dapat dihentikan,” jelas Bowring.

Kesimpulan

Dalam konteks jangka panjang, para pendukung fleksibilitas sepakat bahwa kebutuhan akan pembangkitan dan transmisi energi yang lebih besar tidak dapat diabaikan. Fleksibilitas akan memainkan peran kunci dalam memanfaatkan infrastruktur jaringan yang ada saat transisi menuju sumber energi yang lebih bersih. Sebuah laporan yang diterbitkan oleh International Renewable Energy Agency memperkirakan bahwa jaringan di seluruh dunia akan membutuhkan tiga kali lipat fleksibilitas pada tahun 2030 dibandingkan dengan tahun 2019. Mungkin tantangan dalam pemasokan energi untuk menjalankan teknologi AI dapat mendorong desain dan pembangunan jaringan yang lebih cerdas dan fleksibel, kata Coskun. “Dalam krisis seperti ini, sering kali ada peluang untuk melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda,” pungkasnya.