**Daily Akamuga – Tim sepak bola Acre mengalami hari yang sangat mengecewakan dalam laga terakhir grup Série D Brasil, Minggu (14/10). Humaitá, salah satu wakil dari Acre, menanggung kekalahan telak 13-0 dari Gazin Porto Velho, sebuah rekor baru yang mencatatkan kekalahan terbesar dalam sejarah tidak hanya di Divisi IV, tetapi juga dalam tiga divisi teratas sepak bola Brasil. Dalam pertandingan tersebut, Humaitá tidak mampu mengimbangi tekanan lawan, yang mencetak tujuh gol di babak pertama, termasuk empat gol dari Ruan Costa.
Di babak kedua, Gazin Porto Velho melanjutkan dominasi mereka dengan enam gol tambahan yang dicetak oleh Tcharlles dan Luan Viana, masing-masing dua gol, serta satu gol dari Kadu Barone dan João Victor. Kekalahan tersebut membuat Humaitá menyelesaikan kompetisi tanpa meraih satu poin pun, dengan catatan sepuluh kekalahan dari sepuluh pertandingan, mencetak empat gol dan kebobolan 50 gol.
Sementara itu, Porto Velho meraih total 18 poin dan menempati posisi kedua di Grup A2, berhak melaju ke fase berikutnya. Mereka akan menghadapi São Raimundo-RR, yang menempati posisi ketiga di Grup A1. Di sisi lain, Galvez, wakil Acre lainnya, kalah 9-0 dari Araguaína dan mengakhiri kompetisi di posisi kelima dengan sepuluh poin, setelah sebelumnya tereliminasi.
Kemenangan luar biasa dari Gazin Porto Velho ini menggusur rekor lama yang dipegang Brasiliense, yang mencatat kemenangan 10-0 di tahun 2023. Dalam konteks yang lebih luas, satu-satunya tim dari Acre yang berhasil melangkah maju adalah Independência, yang sudah mengamankan tempatnya dan akan menghadapi Manauara di babak berikutnya. Pertandingan ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Divisi IV dan pentingnya setiap pertandingan dalam menentukan nasib tim-tim yang berlaga.