Daily Akamuga – Kennedy Center baru-baru ini mengumumkan pendirian dana abadi baru yang dinamakan sesuai dengan Presiden Trump untuk mendukung endowment swasta yang telah ada sebelumnya serta pendanaan federal sebesar 257 juta dolar. Keputusan ini diambil dalam pertemuan dewan pengurus pusat seni pertunjukan tersebut, di mana semua anggota memberikan suara sepakat untuk mengakui kontribusi presiden dengan segala cara hukum yang tersedia.
Secara bersamaan, Kennedy Center juga menghadapi keputusan pengadilan yang mengharuskan mereka untuk menghapus nama Trump dari gedung. Pengaturan ini merespons keputusan hakim Distrik D.C. bulan lalu yang menilai penambahan nama presiden tersebut sebagai tindakan ilegal. Penangguhan terhadap keputusan tersebut ditolak, meskipun dewan berencana untuk mengajukan banding.
Roma Davari, Wakil Presiden Hubungan Masyarakat Kennedy Center, menjelaskan bahwa pendirian Dana Kennedy Center Trump bertujuan untuk menghargai kontribusi signifikan presiden terhadap pusat budaya utama Amerika, sekaligus memperkuat misi pendirian lembaga tersebut. Sumber di dalam Kennedy Center menyebutkan bahwa dana ini juga akan difokuskan pada perbaikan fisik gedung yang selama ini terabaikan.
Dalam pengajuan hukum terbaru, administrasi menegaskan bahwa jika nama asli harus dipulihkan, mereka akan terpaksa mengembalikan semua sumbangan yang telah diterima. Penolakan terhadap keputusan pengadilan dan ketidakpastian seputar nama ini menjadi perhatian, terutama di kalangan pendukung Dana Trump.
Pengacara yang mewakili perwakilan Demokrat Joyce Beatty, yang menggugat perubahan nama tersebut, mengkritik upaya administrasi sebagai langkah terakhir. Menurut Beatty, keberhasilan menghapus nama Trump menandakan kembalinya Kennedy Center kepada rakyat Amerika. Saat ini, Trump tetap menjabat sebagai ketua dewan, dan Kennedy Center akan terus menjadi monumen hidup untuk Presiden John F. Kennedy.