Gerakan Musyawarah Untuk Revitalisasi Pangan Lokal Di Cinere

Daily Akamuga – Komunitas seni Jakarta Art Movement (JAM) menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Menuju Musyawarah Revitalisasi Pangan Lokal” yang berlangsung pada Kamis, 28 Mei 2026, di Sancaya Art Space, Kompleks Belleveu Mall, Cinere, Depok. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk aktivis, jurnalis, akademisi, seniman, peneliti, dan tokoh-tokoh nasional.

Koordinator JAM, Bambang Asrini, menekankan bahwa isu revitalisasi pangan lokal sangat berkaitan dengan identitas dan cara manusia memahami lingkungan sekitarnya. Dalam pernyataannya, Bambang menjelaskan pentingnya eksplorasi seni dan budaya yang saling terhubung, serta bagaimana nilai-nilai kebudayaan yang beragam perlu dipandang melalui kearifan lokal dan ilmu pengetahuan modern.

Sementara itu, Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia, Ngatawi Al Zastrouw, menambahkan bahwa isu pangan tidak hanya menyentuh aspek ketahanan pangan dan logistik, tetapi juga mencakup dimensi kultural dan tradisi. Dia menekankan perlunya kajian dan gerakan berkelanjutan untuk memperkuat nilai demokrasi dalam bidang politik dan ekonomi yang beradab.

Zastrouw menggarisbawahi pentingnya peran budayawan dalam mewadahi keberagaman, termasuk di kalangan generasi milenial. Ia menyatakan bahwa dibutuhkan gerakan kebudayaan yang melibatkan berbagai institusi seperti kampus, komunitas, dan seniman, dengan komitmen yang berjangka panjang, karena proses kebudayaan adalah usaha yang memerlukan waktu dan konsistensi.

Diskusi ini diharapkan dapat mendorong kesadaran tentang pentingnya pangan lokal dan peran budaya dalam kehidupan masyarakat.